Apa sih Nur Muhammad itu?

Nur Muhammad diturunkan ke bumi, ya baginda Rasulullah itu akhlaknya. Ketika baginda Rasulullah wafat, Nur Muhammad yang sudah di didik berupa manusia selama 63 tahun menjadi sebuah nafsu yang bernama nafsu mutmainah. Ketika ayah dan ibu dahulu waktu menikah dan belum bersegama, pada saat itu Alloh menyiapkan sebuah nafsu yaitu nafsu mutmainah.Tetapi nafsu mutmainah masih berada di Alam Azali. Pada saat ayah dan ibu sudah besegama maka di dalam rahim ibu ada sebuah nafsu yaitu nafsu amarah (ketika suah berbentuk orok). Empat puluh hari segumpal darah, empat puluh hari segumpal daging, empat puluh hari Aku tiupkan ruh maka ada kehidupan dalam kandungan. Begitu sembilan bulan sepuluh hari maka lahirlah si bayi dalam keadaan suci atau tanpa dosa. Ketika si bayi diberi nama pada saat itulah nafsu mutmainah dimasukkan ke dalam si bayi. Setelah nafsu mutmainah menyatu dengan bayi maka disebut dengan fitrah. Apabila dalam kondisi fitrah, percaya atau tidak percaya pada saat meninggal pada waktu kapanpun tanpa hisab.

Setelah si anak menjelang baliqh, mulai nakal, mulai mempunyai rasa iri, dan mulai mempunyai rasa dendam, secara perlahan nafsu mutmainah makhluk surga ini tidak akan tahan tinggal dalam tubuh dengan sifat-sifat tersebut sehingga nafsu mutmainah kembali lagi ke Alam Azali. Ketika kondisi tidak fitrah maka ucapan dantidakan serta pendapatnya pasti ada pamrihnya. Walaupun rajin berdoa, kalau tidak karena ini, ya karena itu, kalau tidak supaya begini, ya supaya begitu. Pada intinya berdoa untuk kepentingan dirinya sendiri. Padahal Alloh Maha Mengatur, mengapa kita mengaturnya. Baginda Rasulullah sangat rajin berdoa, akan tetapi berdoa untuk umatnya dan bukan untuk dirinya sendiri.

Sedangkan untuk menjadi fitrah kembali, tidak ada cara lain dan tidak ada thoriqoh lain kecuali dengan lewat thoriqoh (Syariat Islam) yang utuh yaitu Syahadat, Sholat, tunaikan Zakat, Puasa dibulan suci ramadhan, dan pergi haji bilamana mampu. Apabila kelimanya dijalankan karena Alloh maka apabila menjalankan ibadah sunnah bisa ikhlas lillahi ta’ala. Syariat Islam adalah puncaknya penyebab sedangkan ikhlas adalah puncaknya akibat.

Apakah mungkin orang yang setiap hari wiridan karena rezki untuk pribadinya sendiri ketika usianya bertambah maka orang tersebut bertambah taqwanya?

Jawabannya adalah tidak akan mungkin karena semakin tua, semakin mencintai dunia dan semakin takut kepada miskin. Dan bisa dipastikan semakin bakhil maka akhirnya miskin juga.

Apakah mungkin orang yang rajin berdo’a tetapi karena panjang umur bisa bertambah taqwa?

Jawabannya tidak akan bisa karena semakin tua, semakin takut kepada kematian. Padahal sabda Nabi adalah yang merusak akhlak manusia hanya dua pekara yaitu cinta terhadap dunia dan takut terhadap kematian.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *