Pesan bagi para remaja pria dan wanita

Setiap remaja tentunya dalam hati selalu ingin mengetahui siapa pasangannya nanti dan bagaimana calon pasangannya nanti. Jawabannya sangatlah sederhana yaitu sama persis seperti anda. Maksudnya apabila anda suka usil maka pasangan anda ya suka usil. Seandainya anda suka mempermainkan wanita maka pasangan anda juga suka mempermainkan pria.

Coba perhatikan baik-baik.

“Aku pilihkan jodoh buat kalian yang sejenis dengan kalian, agar kalian bisa hidup tenang dan bahagia.“

Keterangan tersebut yang dimaksud adalah soal badan rohani dan bukanlah badan jasmani. Kalau yang dimaksud jasmani tentunya bukan sejenis tetapi lawan jenis. Seandainya monyet pria pasti akan dapat monyet wanita. Seandainya ada yang cantik tetapi jenis harimau, tentunya monyet pria tidak akan punya nyali untuk mendekatinya. Baru dilirik sudah gemetar.

“Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal jodoh”.

Yang jelas sudah ada persiapan dan jelas tanpa cacat. Maksud kami adalah apabila Alloh memang menghendaki maka anda pasti senang dan tidak akan bisa mencacat pasangan anda serta semua tampak sempurna dalam keadaan bagaimanapun. Dia akan tetap tampak cantik walaupun anda melihat pada saat baru bangun tidur dan tetap cantik meskipun anda melihat dia saat “ngiler” serta semuanya terlihat tanpa cacat. Jadi, jagalah baik-baik kenalan anda bila ingin mendapat pasangan yang baik. Jangankan gerakan tubuh, bahkan gerakan hati pun ada perhitungannya.

Apabila anda berserah diri kepada Alloh, maksud kami mau beribadah karena Alloh. Biasanya ada petunjuk tentang jodoh berupa isyaroh atau petunjuk tentang pribadi.

Contohnya :

Waktu istri kami meninggal, kami merasa hidup saya sudah tamat (selesai). Sudah tidak terpikir tentang jodoh atau perkawinan. Setelah empat puluh hari istri kami meninggal.

kami bermimpi : Pada saat itu saya sedang duduk sendiri di pematang sawah dan tiba-tiba ada seekor burung perkutut hinggap di lanjaran sayur kacang panjang sambil berbunyi dengan jelas “ur…. ketekuuk.. ur… ketekuuuk…..” sambil terbang dan pindah dari satu lanjaran ke lanjaran yang lain. Hanya saja suara burung tadi ditelinga kami terdengar biasa. Tetapi di dalam hati terdengar dengan jelas memanggil-manggil nama kami. Suaranya pun jelas suara siapa. Kami kenal baik dengan orang tersebut karena masih saudara sepupu dengan istri kami yang sudah meninggal. Pada saat itu kami penasaran dengan burung tersebut. Pada akhirnya si burung hinggap di Pohon Asam. Kami tahu bahwa pohon asam tadi ada tiga binatang. Binatang yang pertama adalah ular hijau, yang kedua adalah ulat daun, dan yang terakhir adalah tokek. Ketiga binatang tersebut adalah binatang yang kami takuti. Akan tetapi kami tetap memanjat Pohon Asam tersebut dan ternyata burung tadi berjumlah dua. Kami ingin menangkap salah satu burung yang memanggil tadi. Tiba-tiba kepala kami ditabrak oleh induknya dengan maksud supaya kami tidak menangkap anak burung tersebut. Akhirnya induk burung perkutut tersebut bilang kepada kami bahwa kalau kami bisa melompati atap rumah dengan jarak empat meter setengah maka boleh mengambil salah satu anak burung perkutut tersebut. Anak burung perkutut tersebut terbang ke atap rumah dan kami langsung melompat dan menangkap anak burung tersebut. Kemudian anak burung tersebut kami bawa pulang dan kami masukkan kedalam sangkar. Sangkar yang berisi anak burung perkutut kami gantungkan pada langit-langit rumah. Bersamaan dengan menggantungkan sangkar burung, tiba-tiba dada kami terasa ada yang menggantung. Begitulah kisahnya.

Maknanya adalah pada saat itu calon jodoh kami masih duduk di kelas 1 SMA Terlintas dalam hati saya bagaimana saya menjalaninya. Akhirnya bulan berganti bulan, tahun berganti tahun dengan berbagai cerita yang tidak enak. Tetapi empat tahun setengah kemudian dia menjadi istriku dan sangat kami sayangi. Kami hidup bahagia dan di karuniai empat orang anak yang lucu-lucu dan lumayan nakal.

Mimpi tadi bisa disebut dengan isyaroh. Apa sih bedanya isyaroh dengan mimpi?

Bedanya adalah jika mimpi bisa lupa sedangkan isyaroh tidak bisa lupa walaupun dapatnya pada usia enam tahun. Isyaroh di atas bersifat “Kun” percaya atau tidak, mau atau tidak. Apabila keputusan Alloh, suka atau tidak pasti “Fayakun”. Demikian sedikit pelajaran bagi para remaja dan ingatlah pesan kami serta jagalah sikap anda

Amien.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *