Anda tentu mengetahui cerita dari kitab suci Al-Quran yaitu kisah Nabi Musa AS ketika mendapat perintah untuk membebaskan para budak dari Bani Isroil yang diperbudak oleh Raja Firaun. Sebelum dibebaskan Nabi Musa AS berdebat terlebih dahulu dengan Raja Firaun. Namun pada akhirnya Nabi Musa AS menang dan pergi beserta rombongan budak. Nabi Musa AS dan rombongan melakukan berjalan dengan jarak yang jauh dan perjalanan melelahkan. Tetapi para rombongan yang telah ditolong banyak meragukan Nabi Musa. Sepanjang perjalanan terjadi perdebatan antara Nabi Musa dengan rombongan tetapi Nabi Musa tetap bersabar.
Pada akhirya Raja Firaun mengetahui para budaknya melarikan diri maka dikejarlah Nabi Musa beserta rombongan para budak. Nabi Musa dan rombongan terjepit dipinggir laut dan tak bisa melarikan diri lagi. Raja Firaun menjadi bangga diri setelah melihat posisi mereka. Kemudian Nabi Musa mendapat perintah dari Alloh SWT untuk mengangkat tinggi-tinggi tongkatnya dan memukulnya ke air laut. Seketika air laut berubah menjadi jalan yang lurus sehingga rombongan Nabi Musa AS dapat berjalan di jalan yang lurus serta tiba dengan selamat. Akhirnya sampailah di tanah yang telah dijanjikan.
Alloh Maha Benar dengan segala firmannya
Apa makna riwayat di atas? Mari bersama-sama untuk berpikir.
Memang terlalu lama diperbudak dan ketika akan ditolong justru mengajak bertengkar bahkan mengejek. Kalau sifat Raja Firaun memang seperti itu. Firaun zaman dahulu yang diperbudak hanya dari Bani Isroil tetapi sifat Firaun masa kini yang di perbudak seluruh dunia. Kami merasa aman-aman saja sebabnya Raja Firaun pada saat itu tidak bisa menyentuh Nabi Musa AS karena lewat jalan yang lurus dan tidak membuat jalan sendiri-sendiri.
Makna dari tongkat yaitu dua kalimah syahadat sedangkan makna dari jalan yang lurus di dasar laut yaitu syariat Islam (Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, dan pergi Haji) dan kitab suci Al-Quran adalah pedoman.
Saudara-saudaraku ini adalah sedikit uraian dari firman Alloh dengan bahasa perumpamaan. Walaupun riwayatnya Nabi Musa AS tetapi yang meriwayatkan adalah baginda Rasulullah Muhammad SAW. Apabila tidak mengetahui bahasa perumpamaan maka tidak akan memahami apa yang dikehendaki Alloh SWT.
Sifat-Sifat Teror
Teroris yang sesungguhnya bukan yang sembunyi-sembunyi melainkan seseorang yang membuat thoriqoh tanpa dasar. Siapapun orangnya, mari kita bersama-sama mengoreksi diri masing-masing, memerangi sikap dan sifat teror, dan mari kita perangi dalam diri masing-masing.
Seseorang yang sedang sakit seharusnya ditolong dengan kasih sayang. Tetapi selama ini ditakut-takuti dan diwajibkan untuk meminum obat seumur hidup. Setahu kami yang diwajibkan hanya syariat Islam. Mari kita bersama-sama membersihkan sifat-sifat teror ini.
