Cara Berwudhu Dengan Sempurna (Syariat Hakikat)

Cara berwudhu dengan sempurna (syariat hakikat) :

  1. Pertama adalah anggota tubuh harus dibersihkan dengan air dan membaca niatnya wudhu.
  2. Kemudian membasuh wajah dan didalam hati dibersihkan dari rasa membenci siapapun tanpa terkecuali.
  3. Membasuh tangan sebatas siku dan didalam hati mengoreksi diri dari pendapatan yang tidak halal dan diusahakan dengan maksimal bahwa pendapatan tidak mengandung riba.
  4. Membasahi sebagian rambut dan didalam hati dibersihkan dari prasangka-prasangka buruk terhadap istri/suami dan usahakan memenuhi kebutuhan istri/suami.
  5. Membasuh kedua telinga dan didalam hati memaklumi segala pendapat atau ucapan yang kita dengar dan menjadikan pelajaran.
  6. Mengusap pada bagian belakang kepala/leher dan didalam hati mengakui bahwa sikap anak, istri/suami, serta keluarga adalah cermin dari hati ini, yang baik atas kehendak Alloh sedangkan yang jelek adalah cermin hati ini.
  7. Membasuh kedua kaki sebatas mata kaki beserta dalam hati berpendapat bahwa jalan yang kami jalani adalah jalan yang murni dari baginda Rasulullah yaitu syariat Islam.
  8. Kemudian membaca doa sesudah wudhu, bilamana waktu mendesak cukup dengan berdoa di dalam hati.

Begitulah cara berwudhu yang bisa membersihkan badan jasmani dan mensucikan badan rohani. Jadi, tidaklah aneh apabila sabda nabi yaitu manusia ketika di dunia sering berwudhu kelak nanti di surga wajahnya akan bercahaya hingga menembus seluruh surga.

Syariat tidak disertai hakikat, ibarat hanya bersih jasadnya tetapi ruhnya tetap dalam kondisi batal. Hakikat saja tanpa disertai syariat, ibarat ruh tanpa jasad atau bisa disebut dengan ruh gentayangan. Penjelasan di atas adalah penjelasan cara berwudhu, padahal sholat bisa dianggap sah apabila mempunyai wudhu. Apabila berwudhu tidak dengan cara di atas, ya sah-sah saja bagi manusia. Jadi, dalam berwudhu ketika membersihkan tangan bukan berarti supaya darahnya lancar. Kalau ingin darahnya lancar dengan cara olahraga.

Nanti yang dipanggil oleh Alloh adalah badan rohaninya saja dan dimintai pertaggung jawaban selama hidup di dunia. Sedangkan badan jasmani akan kembali ke asalnya, ada yang dari tanah kembali ke tanah, asalnya dari api kembali jadi api, asalnya dari air kembali menjadi air, dan asalnya dari angin kembali menjadi angin. Apabila anda meninggal dalam keadaan fitrah maka jelas tanpa qisab dan anda pasti bertemu Nabi Muhammad SAW. Perlu anda ketahui bahwa seluruh malaikat yang berada di langit maupun di bumi dan seluruh malaikat yang sudah turun maupun yang belum turun semuanya tunduk dengan kekasih Alloh yaitu Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu,janganlah mempunyai idola atau kebanggaan selain Nabi Muhammad SAW. Jadi, kami menjelaskan bukan tanpa pengetahuan. Beliau adalah cahaya Ilahi dan hormatilah sesuai kedudukannya yaitu kedudukan tertinggi disisi Alloh. (dm)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *