Pikirkan kewajiban kita kepada istri dan terlepas dari sikap istri baik atau tidak. Serta pikirkan kewajiban kita kepada anak dan terlepas dari sikap anak baik atau tidak. Sehingga akan selalu ingat bahwa harta dan anak adalah amanat dari Alloh serta kita dapat bijaksana kepada anak. Pikirkan kewajiban kita kepada orang tua dan terlepas orang tua kita bijak atau tidak dan adil atau tidak kepada anak-anaknya. Ingatlah bahwa ridho Alloh tergantung pada ridho kedua orang tua. Yang harus diperhatikan adalah sikap kita kepada para tetangga dan para saudara terlepas dari sikap mereka kepada kita. Itulah yang disebut dengan mengoreksi diri dan tidak mempunyai prasangka buruk kepada siapapun. Janganlah menyalahkan orang lain meskipun orang tersebut salah karena hal tersebut urusannya dengan Alloh. Kita hanya sekedar saling mengingatkan dengan rasa kasih sayang. Itulah, saudara-saudaraku yang dimaksud pelaksanaan dari kalimah tauhidâlailahaillallah muhammadarrasulullahâ. Saudara-saudaraku yang bisa kita lakukan karena Alloh adalah syariat Islam yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa, dan pergi haji bilamana mampu sedangkan yang sunah-sunah dilakukan dengan ikhlas. Pikirkanlah selalu kewajiban-kewajiban kita kepada Alloh maupun kepada sesama dan janganlah memikirkan hak-haknya saja. Alloh Maha Kasih dan selalu menepati janjinya. Amien.
