Segala sesuatu dinilai dengan uang dari kalangan paling bawah hingga kalangan paling atas. Kita semua memandang suatu masalah seharusnya dari seluruh sisi agar tidak saling menyalahkan. Kami beri contoh pandangan dari seluruh sisi.
Dari sisi bawah : Apabila dikampung halamannya bersifat dermawan maka ketika pergi haji akan selalu bertemu dengan orang dermawan. Apabila di rumah senang menolong orang lain maka ketika di Mekkah akan selalu bertemu dengan orang-orang yang suka menolong orang lain. Apabila di kampung halamannya suka menghajar orang maka ketika ke Mekkah kemungkinan dihajar orang. Apabila di kampung halamannya suka menghina hingga menginjak-injak orang lain maka ketika di Mekkah kemungkinan akan menuainya sendiri. Orang pergi haji selalu di Adzani dan dihormati sama persis dengan orang mati. Jadi, ketika pergi haji nantinya bisa pulang atau tidak sebaiknya pasrahkan sepenuhnya pada Alloh SWT. Kalau sudah jelas demikian, kenapa kita harus menuntut? Berarti kepasrahan sebelum berangkat tadi berbohong.
Dari sisi atas : Selama pemerintah Arab Saudi/ Raja Arab Saudi belum mengeluarkan keputusan yang intinya adalah mengutamakan seseorang yang belum pernah pergi haji maka kemungkinan musibah yang lebih besar bisa terjadi disana dan yang jelas semua itu bukanlah kebetulan. Sebelum raja dicari oleh Alloh SWT, “Mana raja-raja dunia? Akulah raja. Mana tukang-tukang paksa? Akulah pemaksa”.
Saran kami untuk raja yang mulia, segeralah membuat keputusan.
Dari sisi keliling : Masyarakat dunia yang di negaranya tidak ada Menteri Agama berhak untuk menuntut pihak Arab Saudi tetapi bilamana suatu negara ada Menteri Agama seharusnya malu melakukan penuntutan. Mengapa harus menuntut? Bukankah sudah jelas bahwa mati adalah ketentuan Alloh tetapi cara kematiannya adalah hasil dari tanamannya sendiri. Menurut kami yang harus dituntut adalah ilmu pengetahuan.
- Yang menuntut berarti pendapatnya bahwa mati karena diinjak-injak. Orang berpendapat tersebut, tempatnya hanya Alloh yang tahu.
- Yang Ikhlas/ tidak menuntut berarti pendapatnya bahwa kematian adalah ketentuan Alloh. Hal tersebut adalah pendapatnya seseorang yang mempunyai iman. Orang berpendapat tersebut, tempatnya pasti di surga.
Bagi masyarakat dunia yang saat ini keluarganya mendapat musibah di Arab Saudi maka berpikirlah dengan baik-baik sebelum melangkah karena hal tersebut adalah ujian dari Alloh. Apakah anda termasuk mukhlis atau bukan?
Semoga saja arwah mereka diampuni oleh Yang Maha Pengampun dan semoga keluarga yang ditinggal termasuk golongan orang-orang yang mukhlis.
Amin
