Kita kembali dengan topik diabet seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya Pelajaran Bagi Orang Yang Terkena Penyakit

Bagi para penderita diabet yang terhormat dan yang kami hormati di negara manapun anda berada. Penyakit diabet dengan prosentase 80% bisa disembuhkan bilamana anda bisa memahami serta menyakini dari dua hal yaitu :

  1. Jangan sekali-kali berpendapat bahwa diabet adalah penyakit keturunan. Apabila memang benar penyebab penyakit diabet adalah keturunan, yang diturunkan adalah sifatnya dan bukan orangnya/penyakitnya. Memahami hal ini sudah terjadi perang dan perdebatan dalam hati anda. Perang tersebut adalah perang melawan hawa nafsunya sendiri atau bisa disebut dengan perang naluri melawan hati nurani. Naluri berjumlah empat sedangkan nurani berjumlah satu. Naluri yang berjumlah empat berasal dari inti tanah, inti api, inti air, dan inti angin. Sedangkan hati nurani berasal dari lauh mahfudz. Oleh karena itu kami berpendapat bahwa seluruh umat manusia pada dasarnya baik tetapi karena nurani telah dijajah oleh hawa nafsunya sendiri (nafsu  amarah) sehingga menjadi berbagai prasangka buruk dan konflik. Serta timbul ancaman-ancaman yang tidak mempunyai dasar dan saling menjajah beserta saling mempertahankan keegoisan masing-masing.
  2. Apabila si penderita berpendapat bahwa diabet tidak ada obatnya maka positif si penderita bukan umatnya baginda Rasulullah,walaupun agamanya Islam tetapi yang Islam hanya agamanya sedangkan sikap, sifat, dan tindakannya bukan Islam. Kenapa demikian? Karena umat baginda Rasulullah pasti berpendapat sama dengan sabda nabi yaitu “segala penyakit ada obatnya, kecuali pikun”.  

Semoga di dunia ini masih ada seorang dokter yang bersifat mukmin sehingga mempunyai keberanian untuk menjelaskan mana yang haq dan bathil. Bertaqwalah dan takutlah pada Alloh SWT dan jangan takut dengan sesuatu apapun. Yakinlah bahwa rizki dari Alloh dan bukan dari suatu pekerjaan. Berpikirlah mengenai generasi masa depan, apakah terus terjajah dan dibelenggu.

Pada saat ini pendidikan agama berkembang pesat tetapi akhlak mundur pesat dan jauh lebih buruk dari zaman jahiliyah. Pada zaman jahiliyah masih mempunyai rasa sportif. Walaupun menyembah patung/ berhala tetapi memakai caranya sendiri. Sedangkan pada zaman sekarang menyembah sesuatu selain Alloh dengan memakai cara Islam, karena ini dan karena itu untuk kepentingan sendiri. Karena apapun kalau untuk selain pribadi namanya amal sholeh. Seseorang berdoa tidak tergantung ayat melainkan tergantung niat. Dunia saat ini dalam keadaan terjaring dan terbelenggu oleh kebodohannya sendiri.

Demikian dua hal yang harus dipahami, walaupun sedikit tetapi tidaklah mudah dilakukan. Hanya orang-orang yang mempunyai iman yang bisa melakukannya atau merubah dasar pemikirannya. Apabila salah seorang dapat merubah cara berpikir seperti di atas maka dalam diri anda akan keluar dzat-dzat positif/ penyembuh dari hati serta dengan dibantu pengobatan yang sifatnya alami dan tidak mengikat. Apabila tidak diupayakan mulai dari sekarang, kapan lagi? Pada saat ini umat manusia seperti robot yang dikendalikan oleh robot dan tidak ada yang namanya peri kemanusiaan tetapi yang ada hanya bisnis.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *