Penyebab Penyakit Diabet Bukanlah Dari Keturunan!
Selama seseorang berpendapat bahwa diabet adalah penyakit keturunan dan bersikeras berpendapat bahwa diabet tidak ada obatnya. Maka selamanya orang tersebut tidak akan pernah menjadi orang mukmin atau tidak akan mungkin rohaninya bisa sambung dengan Alloh dan Rasulullah,karena secara tidak langsung orang tersebut berprasangka buruk terhadap orang tuanya dan secara tidak langsung mengabaikan atau meremehkan sabda Nabi besar Muhammad SAW, bahwa segala penyakit ada obatnya kecuali pikun. Hal ini sangatlah serius. Selama pendapat manusia dari generasi ke generasi seperti itu, walaupun sujud hingga keningnya hitam maka tetap tidak akan sambung dengan Alloh SWT. Penyakit diabet bukanlah penyakit turunan. Akan tetapi yang diturun adalah sikap atau sifatnya dan bukanlah kedua orangtuanya. Pendapat bahwa penyakit diabet adalah penyakit turunan membuat panti jompo semakin banyak.
Seorang mukmin sangatlah menghormati serta menjunjung tinggi sabda-sabdanya. Sungguh kami tidaklah membenci kepada orang-orang yang berpendapat bahwa penyakit diabet adalah penyakit turunan. Tetapi kami sangat kasihan karena kelak dihari akhir tidak akan bisa diterima disisi Alloh dan juga tidak akan mungkin bertemu dengan Rasulullah Muhammad SAW. Nikmatnya dunia ini tidak sebanding dengan nikmatnya bertemu Alloh SWT. Sengsaranya di dunia ini tidak seberapa dibanding sengsaranya di neraka.
Kami menulis bukan karena ingin obat kami laku dan soal obat bukanlah tujuan utama bagi kami. Karena kami berkeyakinan bahwa rizki berasal bukan dari obat (pekerjaan) tetapi kami berkeyakinan bahwa rizki dari Alloh SWT. Apabila Alloh menghendaki untuk memberi maka tidak ada satu makhluk pun yang mampu untuk menghalangi tetapi sebaliknya apabila Alloh tidak menghendaki memberi maka tidak laku.
Kami beri tahu bahwa mulai Nabi Adam AS hingga Nabi Isa AS bilamana dikumpulkan menjadi satu tidak sebanding dengan Rasulullah Muhammad dalam segala hal. Oleh karena itu jangan meremehkan sabda-sabdanya.
Bukankah sudah jelas bahwa sabda nabi bahwa “segala penyakit ada obatnya, kecuali pikun”.
Apabila di akhirat nanti anda dibela oleh Nabi Adam AS hingga Nabi Isa AS maka tetap tidak akan lepas dari pengadilan akhirat. Tetapi apabila dibela oleh Rasulullah Muhammad maka anda bisa terbebas dari siksa api neraka. Renungkanlah dengan baik-baik, wahai orang-orang yang dipercaya semua lapisan masyarakat dunia. Salam.
Barang siapa yang melakukan pembicaraan atau tindakan yang berakibat renggangnya hubungan antara anak dan orang tua secara berkesinambungan maka akan berdampak pada seluruh generasi bangsa manusia. Hal tersebut sangat mengerikan bagi orang yang memahami keadaan dunia.
Daya rusaknya jauh di atas narkotika, ISIS, atau teroris. Bukan berarti kami setuju dengan tindakan-tindakan mereka. Janganlah membuat kerusakan di muka bumi, buminya tidak rusak melainkan penghuninya didoktrin yang bisa berakibat jarak antara anak dan orang tua menjadi jauh. Saudara-saudaraku marilah kita bersama-sama berpikir tentang hal ini demi kemanusiaan. Saudara-saudaraku sifat bisa mempengaruhi rupa. Pengaruh yang besar untuk menentukan cepat atau tidaknya kerusakan di bumi ini yaitu para cendikiawan, para ilmuwan dan para negarawan. Ketiga bertanggung jawab mengenai aman atau tidak dan nyaman atau tidak dunia ini. Semuanya harus diawali dari diri masing-masing. Wallahualam.
