Kami akan menjelaskan uraian dari proses orang terkena penyakit diabet. Yang perlu dipahami adalah setiap tubuh manusia ada yang namanya keseimbangan yaitu rasa senang dan sedih, rasa cinta dan benci, serta dalam hati manusia ada prasangka baik dan ada prasangka buruk.
Coba rasakan bilamana anda melihat dan memperhatikan kekasih anda dengan seksama pasti salah satu bagian tubuh anda ada saraf yang menegang, bahkan sangat menegang. Demikian pula bilamana ada rasa suka atau benci maka akan ada dua saraf yang menegang. Saraf tersebut dapat mempengaruhi peredaran getah bening dan salah satu cairan dalam tubuh.
Contohnya : Ada seseorang yang bertengkar dengan pasangannya dan terjadi secara berturut-turut dalam jangka panjang. Orang tersebut dalam jantungnya akan ada dua saraf yang menegang. Karena menegangnya lama maka dalam jantung ada cairan yang terkontak sehingga cairan dalam jantung menjadi banyak. Fungsi cairan tersebut dalam jumlah normal adalah membenahi jantung, akan tetapi dengan adanya rasa kebencian maka membuat cairan semakin banyak sehingga membuat saraf semakin menegang. Dengan kondisi demikian, awalnya badan terasa cepat lelah dan lama-kelamaan dapat menjadi kanker jantung dan bilamana seorang wanita dapat menjadi kanker payudara.
Selama belum menyadari penyebab penyakit tersebut, walaupun sudah dioperasi penyakitnya dan berhasil tetapi apabila sikap dan sifatnya tidak diperbaiki maka kemungkinan besar kanker tersebut datang lagi dan kemungkinan lebih parah.
Apabila dilihat dari alam yaitu dimana ada bulan purnama maka disitulah air laut pasang. Air laut cenderung mengalir ke arah bulan. Hal tersebut persis dengan dalam tubuh yaitu bilamana bagian tubuh ada yang luka maka cairan tadi akan datang untuk memperbaiki luka. Oleh karena itu penyebab kanker jantung dan kanker payudara hampir sama yaitu berpasangka buruk terhadap pasangannya.
Apabila seseorang mempunyai pendapat bahwa penyakit diabet adalah penyakit keturunan maka secara otomatis orang tersebut tidak bijak kepada anak-anaknya. Seseorang yang menderita diabet pada bagian pankreas ada dua saraf halus yang meregang. Saraf yang pertama mengarah dari pada dia berasal sedangkan saraf yang kedua mengarah pada urusan calon anak. Perenggangan saraf pada pankreas ini juga ditangani oleh cairan tubuh sehingga berdampak dua hal yaitu pankreas menjadi bengkak atau mengering (diabet basah dan diabet kering). Sehingga produksi insulin yang secara normal diperoleh dari pankreas menjadi terbengkalai dan berakibat insulin dalam tubuh tidak tercukupi.
Masalah tersebut sebenarnya sangat sederhana mengatasinya yaitu dengan mendekatkan kedua saraf yang merenggang dengan cara memperbaiki hubungan dengan orang tua dan memberbaiki hubungan dengan anak-anaknya. Niscaya, dua saraf tadi menjadi normal kembali dan produksi insulin oleh pankreas menjadi normal. Sangat disayangkan bilamana pankreas terus menerus terkena kimia karena produksi insulin tidak berjalan karena ada bagian pankreas yang rusak.
Apabila ada orang yang marah atau membenci terhadap bapaknya, apapun alasannya dan masalahnya. Maka akan ada saraf pada bagian kepala yang menegang. Seberapa ketegangan saraf pada bagian kepala dapat diukur dengan seberapa bencinya terhadap bapaknya. Itulah yang disebut dengan menanam benih –benih kanker otak.
Para pemuda dinegara manapun anda berada, marilah kita jalani hukumnya anak kepada orang tua karena ridho Alloh atas ridho kedua orang tua. Apabila kita sedang menghadapi anak maka kita berpedoman terhadap hukum orang tua kepada anak yaitu harta dan anak adalah amanah dan titipan dari Yang Maha Kasih Lagi Maha Penyayang. Seluruh kejadian yang menimpa kita khususnya kejadian yang tidak enak, penyebabnya adalah diri kita sendiri. Tetapi apabila kejadian yang baik-baik itu semua atas kehendak Alloh SWT. Janganlah sesekali mengakui sesuatu kebaikan karena hal tersebut menduduki kedudukan Sang Maha Perkasa dan bisa terancam terkena penyakit stoke. Dalam hal kebaikan, kita semua tidak mempunyai daya dan upaya kecuali atas kehendak-Nya.
Satu tubuh ini berasal dari bapak dan ibu. Bilamana dua hal tersebut digabung menjadi satu maka akan kuat dan bisa bertahan dari beberapa penyakit. Apabila dengan orang tua berprasangka buruk maka gabungan tubuh ini menjadi ingin berpisah sehingga tulang mudah rapuh, daging mudah membusuk, kulit mudah robek, saraf mudah mati rasa, dan kemungkinan angota tubuh bisa di amputasi. Kalau sudah seperti itu maka akan berpendapat ujian dari Alloh!
Perlu dipahami bahwa segala jenis penyakit asalnya dari diri kita sendiri. Janganlah sesekali menyalahkan Alloh SWT. Sebagai seseorang muslim harus bisa membedakan antara garam dan asinnya, antara matahari dan sinarnya, dan antara bapak dan sifatnya.Sedangkan yang ditiru oleh penderita diabet bukanlah bapaknya melainkan sifat-sifatnya. Jadi, jangan sampai kita salah memahami karena sebagai seorang muslim harus mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Masalah ini harus diperjelas dan dipertegas. Oleh karena itu perbaikilah hubungan anda dengan kedua orang tua. Bilamana hal tersebut dilakukan dengan kesungguhan hati, niscaya penyakit anda sebelum minum obat saja sudah membaik.
