Dzat Positif dan Dzat Negatif Dalam Tubuh Setiap Manusia

Kepada masyarakat dunia yang sangat kami hormati, yang namanya dzat negatif keluar dari hati dan mempunyai pengaruh terhadap jantung serta dapat menuju kesuatu tempat dalam tubuh melalui jantung. Contohnya adalah jika ada seseorang yang berprasangka buruk terhadap seorang ayah maka dzat negatif akan menuju ke bagian kepala. Ketika prasangka buruk terhadap seorang ayah terus menerus dilakukan maka akan menjadi suatu penyakit yaitu kanker otak.

Dzat negatif dibagi menjadi empat warna yaitu : warna semu hitam, warna semu merah, warna semu putih, dan warna semu kuning. Berbagai macam warna tersebut memiliki dampak terhadap suara jantung yang bervariasi. Coba dengarkan dengan seksama suara detak jantung anda sendiri!

  • Suara detak jantung yang mantap seperti duk….. duk…..duuukk. Suara tersebut adalah pengaruh dari warna semu hitam. Yang artinya pada saat itu anda tidak mengalami suatu masalah mengenai keuangan.
  • Suara dak….cruug….daak….cruug. Suara tersebut adalah pengaruh dari warna semu merah. Yang artinya pada saat itu anda sedang mengalami suatu masalah mengenai istri atau pasangan hidup anda.
  • Suara deg….deeg….deg.. pelan dan dalam. Suara tersebut adalah pengaruh dari warna semu putih. Yang artinya pada saat itu anda dalam keadaan cemas dan ketakutan pada sesuatu.
  • Suara detak jantung berubah-ubah yaitu terkadang suaranya mantap, pelan, atau dalam. Peubahan suara tersebut tergantung terhadap hal apa yang sedang dipikirkan pada saat itu. Suara tersebut adalah pengaruh dari warna semu kuning.

Keempat macam warna diatas berada dalam hati yang paling luar. Perlu diketahui bahwa hati manusia mempunyai empat lapisan khususnya bagi seseorang yang lahir ketika orang tuanya sudah akad nikah. Lapis hati yang pertama disebut dengan “Amarah”, lapis hati yang kedua disebut dengan”Aluamah”, lapis hati yang ketiga disebut dengan “Sufia”, dan lapis hati yang paling dalam disebut dengan “Mutmainah atau maqam mahmudah”.

Dari nafsu mutmainah inilah yang bisa mengeluarkan dzat positif dan berwarna netral. Sehingga orang tersebut selalu berprasangka baik kepada siapapun serta orang tersebut sehat jasmani dan sehat rohani.

Sebulumnya saya mohon maaf kepada para pembaca karena untuk mencapai hati yang keempat tadi hanya bisa dilakukan dengan satu cara yaitu dengan lewat toriqot (jalan) yang resmi dari Alloh yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad yaitu syariat Islam yang utuh. Syariat Islam yang utuh yaitu membaca dua kalimah syahadat dalam hati, baik dalam kondisi senang atau dalam kondisi susah dan membacanya “Karena Alloh” bukan karena sesuatu. Inilah penerapan dari dua kalimah syahadat rukun Islam yang pertama. Dan bacaan dua kalimah syahadat bisa sambung dengan Yang Maha Besar apabila ditebus dengan Sholat lima waktu karena Alloh, menunaikan Zakat karena Alloh, menjalankan Puasa dibulan suci Ramadhan karena Alloh dan bukan karena pahala, dan pergi Haji bilamana mampu karena Alloh. Apabila kelimanya dilakukan karena Alloh, niscaya rohani anda dalam keadaan Sholat atau bisa disebut dengan fitroh.

Apabila yang fardhu dilaksanakan dengan utuh dan benar-benar karena Alloh maka sunnah-sunnah yang dilaksanakan pasti ikhlas. Bagaimana yang sunnah tergantung bagaimana yang wajib. Itulah jalan yang lurus.

Seorang mukmin tidak mempunyai idola lain selain Nabi Muhammad SAW. Banyak orang yang hebat tetapi kami haqqul yaqin mereka bukanlah Nabi.  Seluruh penyakit ada obatnya kecuali pikun. Obat tersebut bukanlah dari kimia dan sesuai dengan firman Alloh yaitu:

Aku turunkan hujan dari langit turun kebumi sehingga di bumi tumbuh, tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian yang bermanfaat buat kalian.

Bagi orang-orang yang berpendapat bahwa suatu penyakit tidak ada obatnya, berarti orang tersebut bukanlah umat Rosullulah. Pada umumnya orang berpendapat bahwa virus berasal dari binatang. Hal tersebut memang benar tetapi lewat perilaku binatang sehingga turun /naik virus itu ke permukaan bumi.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *