Penyebab penyakit tersebut hampir sama yaitu selalu khawatir masalah keuangan. Sebaiknya anda mengusahakan bekerja dengan sungguh-sungguh. Mengenai dapat atau tidaknya masalah keuangan, pasrahkan kepada Yang Maha Penentu.
Ada sebuah cerita : Suatu hari ada seorang kyai datang berkunjung ke rumah. Beliau bertanya,”Kenapa dahulu saya membaca Al-Quran tidak memakai kacamata dan pada akhirnya sekarang harus memakai kacamata?”. Pada saat itu kami langsung menjawab, “Kalau soal mata tidak perlu memakai obat, hanya saja pada saat kyai pulang dari sini jangan langsung ke rumah tetapi pergilah ke rumah saudara kyai yang paling dibenci dan tidak perlu meminta maaf serta bersikaplah biasa saja. Yang terpenting adalah silaturahmi dan melakukannya dengan senang hati. Setelah itu pergilah ke rumah saudara yang lainnya hingga selesai.” Ahkhirnya Pak Kyai paham dan pamit pulang. Dua minggu kemudian kami mendapat undangan pengajian di Pasuruan. Setelah selesai pengajian kami dijemput oleh kyai yang dua minggu lalu bertemu. Kami hampir lupa kepada kyai tersebut karena beliau sudah tidak memakai kacamata. Pada saat itu pak kyai bertanya lagi,”Kenapa bisa begitu ya?”. Kemudian kami menjawab,”karena anda sibuk dengan prasangka-prasangka buruk dengan saudara tua anda sehingga tidak mempedulikan dengan saudara-sadarau lainya dan Alloh menggasihi anda sehingga penglihatan menjadi normal”. Pak kyai tersebut mempunyai murid kurang lebih sebanyak 4.000. “Apabila kurang peduli dengan sekitarnya maka akan membuat pandangan mata terganggu”.
Seandainya cerita di atas berprasangka buruk kepada adiknya maka tidak akan mungkin yang sakit pada bagian mata tetapi yang sakit adalah prostat.
Dipikir, dihayati, direnungkan dan diterapkan.
Ada sebuah cerita : Ada seorang ibu-ibu datang ke rumah kami dengan memegangi kakinya tepatnya pada bagian lutut. “Kenapa kaki, ibu?”, tanya kami. “Sudah satu minggu lamanya lutut saya sakit sekali”, jawab si ibu. Kemudian kami lihat kakinya dan ternyata tidak ada luka. Kami menyarankan kepada si ibu untuk tidak terlalu memikirkan urusan modal usaha. Karena rizki telah ditentukan oleh Alloh sedangkan kita berusaha semaksimal mungkin dan hasil atau tidaknya bukanlah urusan manusia. Setelah kami cerita tentang penyebabnya, si ibu langsung tertawa lepas. Tidak terasa ternyata si ibu tersebut tertawa dengan berjalan dengan normal dan tidak merasakan sakit lagi pada bagian kaki.
Setelah selesai tertawa, kami menanyakan penyebab si ibu sampai tertawa lepas. Ternyata si ibu tersebut bertengkar dengan anaknya masalah modal usaha sebelum datang kepada kami. Saran kami adalah apabila di hati ada rasa tidak terima mengenai harta dan anak maka pasralah kepada Alloh. Bukankah harta dan anak adalah amanat/ titipan dari Yang Maha Kasih? Jangan pernah mengeluh tentang pendapatan. Syukurilah berapapun pemberian dari Yang Maha Memberi. Serta usahakan jangan pernah memakan harta orang lain, kecuali dengan perniagaan. Niscaya badan anda akan selalu sehat. Amin.
