Bagaimana orang meninggal?

Apabila sudah sampai pada garis yang telah ditentukan sejak sebelum dilahirkan. Terlepas dari setuju atau tidak, mau atau tidak, dan keluarganya setuju atau tidak maka kematian akan tetap terlaksana serta tidak bisa, tidak.

Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut tidak mencapai kesepakatan atau tidak disetujui maka si bayi akan meninggal dalam kandungan. Sikap atau perilaku kedua orang tuanya sangatlah berpengaruh dalam kesepakatan si bayi. Pada saat menikah membaca dua kalimah syahadat, Itulah cikal bakalnya hati nurani (rohani). Sedangkan pada saat ayah ibu berkumpul, itulah cikal bakalnya hati naluri (jasmani). Jadi, bilamana anak lahir ke dunia tanpa akad nikah maka besar kemungkinan tanpa nurani (tidak akan bisa menerima nasihat yang bermanfaat). Tetapi apabila nasehat yang tidak bermanfaat maka akan sangat tertarik. Kebiasaanya senang mencela orang lain, merasa paling kuat sendiri, dan merasa paling unggul.

Apabila ayah dan ibunya sudah menikah (khusus bag umat Islam) ketika anaknya lahir maka besar kesempatannya untuk menjadi Fitrah serta pasti mempunyai hati nurani. Itulah yang disebut dengan “Diri”, sehingga sangat mudah untuk mengoreksi diri sendiri dan mudah sadar atas perilaku-perilakunya yang buruk serta tidak merasa baik. Orang tersebut tidak akan mengakui perilaku yang baik karena sadar bahwa perilaku yang baik atas kehendak Yang Maha Bijak.

Apabila ayah dan ibu tidak melakukan akad nikah, ketika anaknya lahir maka si anak yang tanpa dosa tidak mempunyai hati nurani dan hanya mempunyai hati naluri. Sedangkan hati naluri tadi selalu merasa diri lebih baik dari pada yang lain. Naluri bisa disebut dengan “Aku”, anak yang selalu mengakui kebaikan atau menduduki kedudukan Yang Maha Kuasa. Perbuatan sebaik apapun, apabila diakui (merasa) maka tidak akan bernilai di pengadilan akhirat.

Asal usulnya kami mengetahui pengertian yang sudah kami jelaskan pada beberapa artikel.

Pada saat kami masih kelas VI SD. Kami bermimpi yang mana kami sangatlah malu dan sangat mencekam. Mimpinya sebagai berikut :

“Tubuh kami terasa mengecil hingga sangat kecil dan kami merangkak hingga akhirnya sampailah pada kemaluan ibu. Setelah itu masuk kedalam rahim ibu, beberapa saat kemudian kami menjadi seperti jabang bayi yang mana sama persis seperti apa yang telah kami ceritakan di atas.”

Jadi, bukanlah kata orang. Pada saat itu kami sangat sadar bahwa tanpa kehendak Yang Maha Besar, tidak akan mungkin terjadi cerita yang di luar nalar manusia.

Dari apa yang kami ketahui ditambah pedoman kitab suci Al-Quran maka kami tahu secara detail bahwa tidak ada obat panjang umur. Walaupun ada seseorang yang sakit separah apapun  tetaplah tidak akan merubah saat kematian yang telah ditentukan sejak sebelum kelahiran.

Walaupun obat Kalimo Sodo mampu membunuh dan membasmi segala virus, membersihkan segala infeksi, dan memperbaiki segala gangguan pada saraf. Akan tetapi tidak akan mungkin bisa mengubah saat kematian, walaupun sedetik. Tetapi selama belum meninggal tidak terikat dan tidak memblokir obat-obat lain serta tidak tersiksa sebelum meninggal (pada saat yang telah ditentukan).

Jadi, kesimpulannya kita semua hanyalah berusaha dan Alloh yang menentukannya. Bilamana seseorang sedang sakit dan tidak berusaha atau berobat berarti orang tersebut setengah dari bunuh diri.    

Oleh karena itu rizki, jodoh, dan kematian dirahasiakan oleh Yang Maha Penentu agar manusia mau berusaha. Apabila mengingat tentang kematian, setidaknya mempunyai batasan-batasan dan energi untuk beribadah.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *